fbpx

UB Siapkan Kebutuhan Mahasiswa Difabel sebelum Turun Lapang di MMD

Menjelang pemberangkatan mahasiswa Universitas Brawijaya untuk program Mahasiswa Membangun Desa (MMD), Universitas Brawijaya melalui Subdirektorat Layanan Disabilitas menyelenggarakan disability awareness kepada peer-support mahasiswa difabel yang juga akan mengikuti program tersebut.

Kota Malang-Menjelang pemberangkatan mahasiswa Universitas Brawijaya untuk program Mahasiswa Membangun Desa (MMD), Universitas Brawijaya melalui Subdirektorat Layanan Disabilitas menyelenggarakan disability awareness kepada peer-support mahasiswa difabel yang juga akan mengikuti program tersebut. Peer-support tersebut merupakan teman satu kelompok mahasiswa difabel di program MMD.

Dari 24 mahasiswa difabel yang mengikuti program MMD, mereka tersebar di 24 kelompok. Dari segi ragam, mereka terdiri dari Tuli, difabel daksa, difabel netra, dan difabel mental. Mereka tersebar di 24 desa pula di Jawa Timur. Sasaran MMD tahun ini memang menarget seribu desa di Jawa Timur sebagai lokasi program.

Ketua Subdirektorat Layanan Disabilitas, Zubaidah Ningsih AS., Ph.D, mengatakan dalam sambutannya bahwa keterlibatan penyandang disabilitas dalam MMD merupakan keharusan sebagaimana mahasiswa UB mendapatkan hak yang sama untuk terlibat dalam kegiatan akademik, baik di dalam maupun di luar kampus.

“Keterlibatan teman-teman difabel sangat penting pula untuk menyebarkan awareness bahwa difabel memiliki kesempatan yang sama di perguruan tinggi, dengan dukungan layanan yang memadai tentunya,” ia menekankan.

Zubaidah juga menegaskan peranan peer-support dalam suksesnya keterlibatan mahasiswa difabel di MMD.

“Teman-teman sekelompok dari teman-teman difabel sangat penting juga untuk turut mendukung suksesnya keterlibatan mahasiswa difabel ini. Maka dari itu, pemahaman teman-teman juga perlu dipastikan, dengan sudut pandang yang mana kita bisa memahami disabilitas,” ucapnya.

Pada tahap pelatihan, peserta dikelompokkan berdasarkan masing-masing ragam disabilitas. Mereka terbagi menjadi empat kelompok yaitu Tuli, daksa, netra, dan mental. Dalam kelompok tersebut, mereka diskusi dan sharing terkait kebutuhan di lapangan sesuai dengan kondisi disabilitas peserta kelompok.

Open chat
1
Need help?
PLD UB
Hello, can we help you?