fbpx

Introduction

Pelaksanaan PKKMB di UB Menggunakan Juru Bahasa Isyarat, PSLD: Inklusifitas di UB Harus Merata, Tak Terkecuali Kegiatan Mahasiswa!

Pelaksanaan PKKMB di UB Menggunakan Juru Bahasa Isyarat, PSLD: Inklusifitas di UB Harus Merata, Tak Terkecuali Kegiatan Mahasiswa!

Memasuki musim maba, Universitas Brawijaya (UB) melalui panitia Raja Brawijaya menggelar kegiatan ospek atau biasa disebut dengan PKKMB. Rangkaian kegiatan PKKMB ini diselenggarakan pada 17 – 19 Agustus 2021 secara daring yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru 2021 termasuk mahasiswa disabilitas.

Dengan adanya mahasiswa disabilitas sebagai peserta PKKMB, panitia Raja Brawijaya mengandeng PSLD UB dengan melibatkan Juru Bahasa Isyarat di dalam kepanitiaan Raja Brawijaya. Tujuanya agar proses PKKMB lebih inklusif untuk teman-teman disabilitas.

Keterlibatan juru Bahasa isyarat dimulai sejak pembuatan video sambutan dan video pemateri pada tanggal 06 Agustus sampai dengan pelaksanaan PKKMB pada tanggal 17 – 19 Agustus 2021. Kegiatan PKKMB juga mendapat respon dari Kepala Humas dan Advokasi PSLD UB, Lutfi Amiruddin, S.Sos., M.Sc. Beliau mengatakan bahwa kegiatan PKKMB ini sudah bagus, sudah inklusif untuk teman-teman disabilitas. Dari panitia juga sudah bagus, sudah pro-aktif dengan meminta juru Bahasa isyarat ke PSLD.

“menurut saya kegiatan PKKMB ini sudah bagus, karena sudah melibatkan juru Bahasa isyarat dan pendamping dalam rangkaian kegiatannya. Ya karena pada dasarnya inklusifitas di UB ini harus merata, tak terkecuali kegiatan-kegiatan mahasiswa seperti ini”, ujarnya.

Dari tahun ke tahun penyelnggaraan PKKMB mengalami perkembangan inklusifitasnya. Memang prosesnya tidak bisa instan, namun dengan sikap panitian Raja Brawijaya yang sudah mulai pro-aktif dengan PSLD juga menjadi tanda perkembangan inklusifitas di kegiatan-kegiatan mahasiswa.

“kalau dari tahun ke tahun sepertinya mengalami perkembangan yang posotif peningkatan inklusifitasnya khususnya kegiatan PKKMB ini”, tambah Lutfi.

Dengan terselenggaranya PKKMB yang melibatkan juru Bahasa isyarat di dalam kepanitiaannya dapat menjadikan UB menjadi kampus yang lebih inklusif lagi. Harapanya kegiatan-kegiatan mahasiswa lain seperti PKKMB tingakt fakultas, prodi dan kegiatan-kegiatan mahasiswa lain juga dapat melibatkan juru Bahasa isyarat atau pendamping di dalam kepanitiaannya agar inklusifitas dapat menyebar merata di setiap aspek kampus.