fbpx

Di Pelepasan Mahasiswa Membangun Desa, Habib Ja’far Puji Inklusi-Disabilitas di UB

Habib Husein Ja’far Al Hadar mengapresiasi keberadaan juru bahasa isyarat dan inisiatif UB dalam menjamin hak penyandang disabilitas.

Kota Malang-Sebelum turun lapang ke desa-desa di Jawa Timur, mahasiswa Universitas Brawijaya peserta program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) turut ikut doa dan istighasah bersama di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya pada Sabtu, 10 Juni 2023. Habib Husein Ja’far Al Hadar diundang untuk berceramah memberikan motivasi kepada mahasiswa yang memenuhi lapangan rektorat.

Terdapat belasan mahasiswa difabel yang mengikuti program MMD tahun ini. Mereka terdiri dari berbagai ragam disabilitas, sehingga panitia secara proaktif harus mempertimbangkan kebutuhan peserta difabel tersebut di setiap tahapannya, tak terkecuali di doa dan istighasah bersama. Untuk mengakomodasi kebutuhan Tuli, panitia menyediakan juru bahasa isyarat melalui Subdirektorat Layanan Disabilitas.

Habib Husein Ja’far Al Hadar mengapresiasi keberadaan juru bahasa isyarat di kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan inisiatif UB dalam menjamin hak penyandang disabilitas.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif UB dalam menyediakan hak yang sama untuk penyandang disabilitas,” sampainya.

Di tengah ceramahnya itu, ia mengakui kualitas Universitas Brawijaya.

“Universitas ini sudah sangat bagus. Kalian sebagai mahasiswa yang akan terjun ke desa-desa yang harus membuat kampus ini tetap dengan nama baiknya, menjadi pengubah atau wali di daerah-daerah itu,” harapnya.

Selain itu, ia juga berpesan secara umum kepada mahasiswa untuk terus belajar di lapangan, menekankan penghormatan pada nilai-nilai lokal yang baik, dan merendah sebagai ilmuan.

“Di antara banyak orang, mereka bahkan bisa jadi tidak mengenal UB, tidak pernah mendengarnya, bahkan tidak peduli. Kalian yang akan membuat nilai-nilai yang diajarkan di sini dapat teraplikasikan di sana,” pesannya.

Open chat
1
Need help?
PLD UB
Hello, can we help you?