fbpx

Introduction

Alumni dan Mahasiswa Disabilitas UB Raih Medali di Pekan Paralimpik Nasional XVI di Papua

Alumni dan Mahasiswa Disabilitas UB Raih Medali di Pekan Paralimpik Nasional XVI di Papua

Pekan Paralimpik Nasional di Papua (Peparnas) telah rampung diselenggarakan pada 2 hingga 15 November 2021 lalu. Peparnas ini diikuti oleh para atlet penyandang disabilitas yang mewakili  provinsi masing-masing. Demikian pula dengan jenis disabilitas atlet yang berkompetisi di Peparnas ini beragam. Presiden Jokowi dalam cuitanya di akun twiter pribadinya menyebutkan bahwa “Peparnas XVI di Papua ini adalah bentuk dari keberagaman dan kesetaraan bangsa Indonesia”, Minggu (14/11).

Dalam Peparnas ini, terdapat tiga atlet yang merupakan alumni dan mahasiswa disabilitas di Universitas Brawijaya yang berhasil meraih medali mewakili provinsinya masing-masing. Yang pertama adalah Petri Maryati, alumni FISIP UB yang mewakili Provinsi Jawa Barat. Alumni Prodi S1 Ilmu Pemerintahan FISIP UB ini berhasil meraih perak dalam cabang blind judo beregu putri. Berikutnya adalah Ken Swagumilag, mahasiswa FEB UB penyandang disabilitas daksa. Mahasiswa aktif Prodi Ekonomi Islam yang mewakili Provinsi Jawa Timur ini berhasil meraih emas dalam cabang olahraga panahan compound elite putra. Yang terakhir adalah Ayu Meilindatul Hikmah, merupakan mahasiswa disabilitas Netra di Prodi Psikologi FISIP UB yang mewakili Provinsi Bali. Ayu berhasil meraih medali perak cabang olahraga tolak peluru putri.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh humas PSLD UB, Ayu menceritakan kesan-kesan mengikuti ajang bergengsi nasional ini. “Kalau perasaanya campur aduk, antara seneng dan deg-degan juga, karena ini adalah pengalaman pertama bisa lomba mewakili Provinsi Bali dalam ajang Peparnas di Papua yang tempatnya jauh sekali”, ujarnya, Senin (11/15). Ayu berpesan kepada teman-teman sesama disabilitas di UB bahwa untuk tetap bersemangat dalam mengejar prestasi, baik akademik maupun non akademik. “Sebagai mahasiswa disabilitas harus tetap semangat meskipun disabilitas harus tetap berusaha dan mengasah kemampuan sesuai minat dan bakat entah itu dalam bidang olahraga, seni maupun yang lainya. Siapa tahu dari situ teman-teman dapat mengikuti ajang perlombaan dan menjadi juara”, tegasnya.

Dari hasil perolah medali atlet penyandang disabilitas tersebut, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas yang lain bahwa tidak ada yang tidak mungkin asalkan mau berusaha mencapainya. Terbukti bahwa beberapa alumni dan mahasiswa disabilitas UB mampu bersaing dalam ajang Peparnas.

Untuk memberikan kenyamanan kepada para peserta di setiap cabang olahraga, panitia sudah memastikan bahwa tempat perlombaan dan fasilitas sudah aksesibel untuk penyandang disabilitas. Aksesibilitas memang harus diperhitungkan mengingat setiap cabang olahraga memiliki kriteria berbeda untuk masing-masing jenis disabilitas.